Pemerintah daerah Jawa Tengah (Pemda Jateng) telah menyiapkan 19.263 personil guna kelancaran arus mudik Lebaran yang terdiri dari Polri 11.555 personil, TNI 1.513 personil, Dinas Perhubungan 882 personil, dan 5.313 personil instansi pendukung.

Pemda Jateng Siagakan 19 Ribu Personel Keamanan Lebaran

Berita Orbit, Bogor – Pemerintah daerah Jawa Tengah (Pemda Jateng) telah menyiapkan 19.263 personil guna kelancaran arus mudik Lebaran yang terdiri dari Polri 11.555 personil, TNI 1.513 personil, Dinas Perhubungan 882 personil, dan 5.313 personil instansi pendukung.

Kesiapan itu disampaikan dalam rapat koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengenai kesiapan Pemda Jateng dalam penyelenggaraan mudik lebaran tahun 2022, Sabtu 23 April 2022.

Jawa Tengah menjadi lokasi mudik terbesar tahun 2022 dengan angka kedatangan sekitar 23,5 juta orang atau 28 persen dari total 85,5 juta orang yang diprediksi akan mudik pada tahun ini. Berdasarkan prediksi tersebut pemda Jateng mengimbau pada pemudik untuk berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan arus mudik yang diperkirakan akan meningkat di tanggal 28-30 April 2022.

Baca Juga  Jadwal SIM Keliling Kota Bogor Hari Ini, Selasa 12 Juli 2022

“Kami mengimbau rekan-rekan di Jawa Tengah turut mengingatkan saudaranya untuk pulang lebih awal mulai hari ini (23 s.d 27 April 2022). Dengan pulang lebih awal maka jumlah pergerakan pada hari puncak (28 s.d 30 April 2022) bisa berkurang,” kata Menhub.

Menko PMK Muhadjir juga menjelaskan bahwa simulasi rekayasa lalu lintas sangat penting dalam proses menjelang arus mudik lebaran, untuk mengurangi beban di badan til, Menko ikut mengimbau masyarakat yang hendak mudik turut memanfaatkan jalur alternatif melalui jalur lintas selatan.

“Yang juga penting untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan mudik ini yaitu perilaku para pemudik yang baik dan bertanggung jawab. Sering terjadi kecelakaan yang disebabkan kurang waspada atau juga dipicu karena kelelahan mengemudi,” kata Menko Muhadjir.

Baca Juga  Kantor ATR/BPN Morowali Digugat

Berbagai rekayasa lalu lintas seperti contra flow, one way, ganjil genap, pembatasan angkutan barang, termasuk himbauan pada masyarakat untuk mudik lebih awal agar pergerakan lalu lintas tersebar dan tidak menumpuk di hari puncak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *